Baca juga

Untukmu yang ingin berhenti jadi karyawan

cashflow-quadrant-with-arrow

 

Pernah merasa selama anda bekerja menjadi karyawan selalu di tindas oleh manajemen, merasa sudah bekerja keras tapi owner hanya duduk santai? Atau mungkin sudah mulai merasa kalau profesi anda sebagai karyawan itu kalah keren dengan teman-teman yang punya bisnis sendiri? Atau apapun yang anda pikirkan dan membuat anda ingin sekali terjun ke dunia wirausaha.

Ketika anda terjun ke dunia wirausaha, saran saya adalah memang karena tekad anda sudah benar-benar bulat. Sekali masuk ke dunia ini buang jauh-jauh pemikiran untuk jadi karyawan lagi dan tentu saja ada hal-hal pahit yang harus anda ketahui ketika wirausaha yang mungkin tidak akan di sampaikan oleh motivator atau selebtwit yang gembar-gembor mengajak resign

  1. Anda harus paham banyak pengusaha yang kadang jadi kuli di bisnisnya sendiri. Bulan atau bahkan tahun pertama anda wirausaha sudah pasti semua di kerjakan sendiri, karena belum mampu untuk menggaji karyawan. Bisa jadi dalam satu hari anda jadi office boy, sales, kurir sekaligus debt collector. Sanggup?
  2. Memulai usaha itu artinya akan hidup tanpa gaji, tunjangan hari raya, tunjangan kesehatan, tunjangan hidup dan tunjangan lain yang biasanya di dapat waktu jadi karyawan. Di masa merintis justru kadang uang belanja harian, atau uang untuk pribadi harus di korbankan untuk perputaran modal.
  3. Bisa jadi usaha anda rugi, modal yang sudah susah payah anda sisihkan selama jadi karyawan untuk modal usaha bisa saja amblas tanpa sisa karena usaha yang di rintis gagal berkembang. Bahkan beberapa kasus, pengusaha pemula terpaksa berurusan dengan bank /rentenir karena memulainya dari hutang
  4. Yang terakhir bisa jadi adalah yang paling pahit, saudara atau teman yang anda kenal saat anda merintis mungkin akan menjauhi. Minimal mencibir keputusan anda keluar di tempat kerja, apalagi kalau usaha anda gulung tikar. Oh ya, kadang ada juga yang sampai rumah tangganya berantakan karena ekonominya jatuh setelah memutuskan wirausaha. Di titik ini sulit untuk menemukan orang yang bisa membantu anda jika tanpa persiapan matang

Lalu solusinya bagaimana..

  1. Komunikasikan dengan pasangan, bagaimanapun resiko akan berdampak pada keluarga. Akan lebih aman kalau salah satu memiliki penghasilan tetap
  2. Siapkan tabungan hidup, minimal untuk 6 bulan kedepan.
  3. Mulailah latihan disiplin sejak masih jadi karyawan, kalau masuk kantor masih terlambat apalagi tugas dari atasan masih sering tidak selesai jangan harap ketika wirausaha akan lancar. Nanti anda tidak punya atasan yang mengingatkan ketika kurang disiplin, mengontrol baik atau buruk tugas yang harus anda lakukan.
  4. Segera membangun jaringan seluas-luasnya, luangkan waktu untuk bertemu orang baru terutama yang sudah lama di dunia usaha yang ingin anda geluti. Entah berkenalan lewat seminar atau lewat komunitas-komunitas bisnis. Ingat, cari yang sudah senior dan belajar dari mereka

Intinya jadi wirausahawan atau bahasa kerennya pengusaha tidak semudah dan seindah kata kata motivator. Saya juga secara berkala akan membagikan tips lain untuk anda, tapi melalui email dan tidak akan di post di blog ini. Silahkan isi email dan nama anda di sebelah kanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*