Baca juga

Pelajaran dari mereka yang pernah bangkrut ratusan juta..

pelajaran-bangkrut

Sudah terlalu biasa menurut saya ketika kita datang ke mereka yang sukses, bisnisnya sedang di atas angin atau sedang banyak panggilan manggung hanya untuk sekedar kenal & kagum tanpa pernah mencoba mencari tahu bagaimana proses perjuangan mereka hingga ada di titik puncak itu, bagaimana prosesnya dan bagaimana jatuh bangun hingga berdarah-darahnya ketika berjuang.

Ketika memilih memilih apapun, sebenarnya pilihan kita hanya ada dua : berhasil atau gagal. Tapi di jalur wirausaha, gagal itu bisa berarti bangkrut. Bangkrut bukan berarti kembali ke NOL, bukannn.. bangkrut bisa berarti lompat ke minus. Jadi, misalkan memulai usaha modal NOL, lalu punya omzet sampai ratusan juta lalu bangkrut yang biasanya terjadi bukan jadi NOL tapi jadi minus. Itu bangkrut, minusnya pun bisa jadi ratusan juta juga !!

Kisah kisah bangkrutnya pengusaha, jarang di bahas karena euforia kisah suksesnya lebih menarik untuk di jual lewat seminar atau di toko buku. Dari mereka yang sudah bangkrut ratusan juta & milyaran, mereka ada yang menghadapi ini :

  • Di teror siang malam oleh orang suruhan mantan mitranya sampai orangtuanya sakit & ketakutan
  • Pasangan suami istri harus bercerai karena tidak kuat tekanan ekonomi pasca usahanya hancur
  • Di hina oleh keluarga
  • Rumah di sita bank, sampai harus pindah ke kontrakan
  • Menjalani perawatan di rumah sakit jiwa
  • dll

Peristiwa buruk yang mereka alami, jarang ada yang tahu karena memang kebanyakan dari kita hanya mau tau kisah suksesnya bagaimana mereka merintis bukan ketika mereka sedang jatuh. Prinsip menghabiskan jatah gagal, menurut saya itu sudah benar tapi kalau bisa bisnis jangan sampai gagal. karena begitu gagal, ada banyak yang di pertaruhkan disana bukan tidak mungkin keluarga juga merasakan imbasnya.. Ingat betul kata salah satu guru saya, salah satu tujuan kita berbisnis untuk hidup lebih baik bukan untuk sebaliknya.

Di luar pengetahuan teknis, ternyata ada hal fundamental yang harus di perhatikan dalam berbisnis yang kalau ini di langgar biasanya akan hancur semuanya. Kalau di buku Pak Heppy Trenggono, beliau menuliskan 9 pertanyaan fundamental guru saya Mas Danny Firdaus & Pak Dewanto Purnomo merampingkan lagi jadi 3 yang merupakan intisari dari 9 tersebut. Di antaranya :

  1. Silaturahim bukan hanya ke saudara tapi juga bagaimana hubungan dengan pasangan terutama dengan mertua dan orangtua. Pernahkan ada masalah dengan mereka dan belum sempat meminta maaf? Di titik ini yang di runtuhkan pertama adalah ego, mungkin di hati terdalam masih meyakini kita tidak salah untuk apa minta maaf bahkan kadang kadang ada perasaan kitalah yang di dzolimi. Tapi yang jelas, apapun kondisinya tetap silaturahim harus di perbaiki mintalah ridho ke mereka
  2. Riba memang ada riba-riba yang masih sulit di hindari, tapi bagaimana riba yang di gunakan untuk modal awal bisnis misalnya? Atau jangan jangan, kita memang menumpuk riba untuk hal konsumtif. Seperti cicilan?
  3. ZIS ini menarik, butuh perhitungan & juga mungkin butuh nyali besar, kalau zakat jelas hitung-hitungannya. Tapi untuk sedekah ternyata banyak yang levelnya sudah ekstrem, bukan lagi menyisihkan dari pendapatan tapi menyisihkan di awal. Begitu juga untuk komitmen, salah satu teman IMers justru mengajarkan untuk sedekah rutin harian berapapun jumlahnya yang penting adalah rutin. Misal : setelah shalat subuh, dan setelah shalat ashar.

Lupakan dulu yang kita ketahui tentang hal teknis seperti setting iklan, promosi, management keuangan coba benahi dulu fundamentalnya karena jangan jangan cacatnya kita justru ada disana (untuk lebih mendalam ada di buku Pak Heppy Trenggono).

Lalu bagaimana kalau sudah terlanjur bangkrut?

Setelah memperbaiki prinsip fundamentalnya, maka yang harus di lakukan berikutnya menurut para expert adalah memperbesar potensi pemasukan. Jangan fokus pada hutang, belajar mengelola hati & pikuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*