Marketer dinosaurus di dunia digital

Thursday, September 8th, 2016 - marketing

iklan-tiang-listrik

Dalam beberapa waktu belakangan saya kembali ke dunia inhouse training & konsultan untuk corporate yang ingin masuk ke dunia digital, ternyata masalah mereka hampir sama bahkan banyak yang kondisinya masih mirip ketika dulu online advertising pertama kali booming. Para marketer & salesman generasi terdahulu yang masih di tahap denial dan berusaha membandingkan antara promosi konvensional dengan online, tapi mindsetnya masih terjebak dengan metode pemasaran yang bisa di katakan sudah ketinggalan zaman.

Kadang ada pertanyaan seperti “Berapa banyak pelanggan yang di akuisisi ketika saya menggunakan facebook ads” atau “lebih banyak mana pelanggan yang bisa saya dapat dibanding dengan iklan di radio / koran” sekilas mungkin tidak ada yang salah, tapi tolong perhatikan juga dengan budget iklan 50ribu perhari lalu di bandingkan dengan budget iklan di radio yang jutaan rupiah ? Hellow… Kalau ketika beriklan di offline tidak ada sales yang masuk di anggapnya sebagai investasi untuk branding, lalu kenapa baru beriklan puluhan ribu di online sudah bingung pingin segera ROI ? Heheh..

Satu sisi manajemen perusahaan ingin segera ekspansi di online menghadang kompetitor, tapi di internal sendiri masih di isi dengan marketer yang belum siap dengan perubahan. Padahal ada begitu banyak parameter untuk menentukan apakah digital campaign yang di buat sebenarnya sukses atau gagal, bahkan sejelek-jeleknya iklan di online masih bisa di tracking minimal ada report dan data yang bisa di olah. Bandingkan dengan metode offline, anggaplah iklan baris di koran adakah parameter untuk mengukur berapa banyak orang yang melihat iklan tersebut?

Ada banyak PR besar untuk corporate yang ingin menggarap market di online, salah satunya melakukan edukasi di internal. Sering kita melihat ada anak muda yang omzetnya tembus ratusan juta “hanya dengan social media” tapi kita lupa berapa budget merketingnya, anak muda yang “hanya pakai social media” itu kadang lebih berani untuk urusan iklan.

Atau kita harus kembali pasang iklan di tiang listrik?

Marketer dinosaurus di dunia digital | admin | 4.5