Kue lezat transportasi & serbuan startup asing

Thursday, May 18th, 2017 - Uncategorized

Siapa yang tidak tertarik menggarap industri transportasi online di Indonesia yang gurih? Dikota besar sudah di sajikan masyarakat menengah yang siap menjadi konsumen yang sudah terbiasa dalam menggunakan gadget dan transaksi online, ditambah lagi mereka selama ini memang sudah merindukan bentuk transportasi yang aman dan murah dengan adanya transportasi online jadilah startup ini seperti bunga desa yang diperebutkan.

Sangat berbanding terbalik dengan yang ada, kalau transportasi konvensional drivernya kesulitan mencari penumpang, di sini bisa menjadi sebaliknya penumpanglah yang harus siap kesulitan mencari driver. Terutama di jam sibuk seperti saat pagi atau sore menjelang jam pulang kerja.

Terlepas dari kontroversi tentang regulasi, atau imbasnya ke pengemudi konvensional terbukti bahwa startup ini berhasil mendapat tempat dihati masyarakat, mereka berhasil mencetak angka transaksi yang fantastis dan valuasi dengan nilai yang luar biasa besar.

Serbuan startup asing ikut memperebutkan kue

Yang kemudian menjadi agak ironis sebenarnya, karena dari 3 pemain besar startup transportasi yang ada di Indonesia 2 pemain besar justru dari luar. Hanya satu yang karya anak bangsa, yang lain kemana? Meski didaerah juga ada startup local sejenis yang melayani lingkup dalam kota, tapi tetap saja masih akan kalah dengan startup asing dengan dana besar yang siap menggarap bisnis gurih transportasi di Indonesia.

Mereka datang dengan suntikan dana investor yang juga dari asing, dengan kekuatan capital yang super besar ini seolah-olah modal promosi mereka tidak ada habisnya. Subsidi secara agresif demi akusisi customer dan pertumbuhan transaksi,yang imbasnya merusak biaya transportasi yang sudah ada sebelumnya karena yang kemudian terjadi adalah harga yang tidak wajar alias terlalu murah.

Yang lebih miris justru Gojek sebagai startup dari 3 yang saat ini besar dan yang benar-benar buatan local seolah hanya dianggap sebelah mata,padahal seharusnya mendapatkan dukungan dari kita sebagai konsumen sebagai bentuk pembelaan produk anak bangsa. Jangan sampai gojek nasibnya berujung naas karena konsumen hanya mengejar murah, kemudian melupakan nasionalismenya.

Jadi kita jangan hanya teriak cinta NKRI tapi lebih suka produk jasa dari asing, ingat pembelaan kedaulatan bukan hanya dengan senjata tapi juga dengan ekonomi setidaknya itu yang sudah di lakukan oleh korea selatan dan berhasil. Bayangkan, misalkan dari 3 transportasi online ini gojek sebagai made in lokal yang harus tumbang lengkaplah sudah disemua lini kue ekonomi kita dinikmati asing. Mulai dari migas sampai ojek pangkalan asing yang kelola

Incoming search terms:

Kue lezat transportasi & serbuan startup asing | admin | 4.5