Baca juga

Kesalahan fatal dropshipper pemula

kesalahan-pemain-dropship

Menjadi dropshipper adalah salah satu cara paling mudah mendapatkan uang dengan modal seminim mungkin, tanpa modal untuk stok barang siapapun bisa menjual produk dengan mudah. Dropshipper cukup fokus mencari customer dan mengejar penjualan, sedangkan untuk urusan teknis seperti packing dan pengiriman di serahkan kepada supplier.

Mencari supplier produk yang menerima dropship pun sekarang tidak lagi sesulit dulu, kita bisa mencari di marketplace atau di group komunitas supplier yang biasanya merupakan distributor atau tangan pertama yang memberikan harga lebih murah daripada yang ada pasaran.

Tapi di balik kemudahan menjadi dropshipper, saya justru menemukan beberapa kesalahan fatal pemain dropship pemula yang seharusnya mereka bisa maju dalam waktu singkat tapi malah jalan di tempat tanpa ada kemajuan sama sekali.

Ini adalah beberapa kesalahan fatal dropshipper pemula yang harus anda waspadai :

Menganggap dropship adalah bisnis tanpa modal padahal tetap harus ada modal yang di keluarkan, ya mungkin bisa tanpa modal hanya dengan mengandalkan media media promosi gratisan tapi hasilnya tentu akan berbeda dengan mereka yang sungguh-sungguh berinvestasi untuk bisnis yang mereka bangun. Minimal, bangunlah website profesional walaupun hanya sebagai dropshipper, alokasikan juga keuntungan yang di dapat untuk di putar lagi sebagai modal usaha

Minimnya product knowledge walaupun semua yang berkaitan dengan teknis produk di handle oleh supplier itu bukan berarti sebagai dropshipper menjadi lepas tangan. Tetap harus paham tentang produk yang di jual, minimal paham fungsi dan manfaatnya bagi calon pembeli. Pahami juga prosedur pengiriman, karena untuk produk produk tertentu pengirimannya tidak mudah entah terkendala masalah volume metrik hingga masalah regulasi pengiriman dari pemerintah.

Kurang membina hubungan baik dengan mitra yang harus di ingat hubungan antara dropshipper & supplier adalah mitra. Jangan sekali-kali menempatkan diri sebagai raja yang selalu ingin di layani, apalagi terlalu rewel. Ingat, mencari supplier yang cocok itu tidak mudah kalau sudah dapat harus pintar-pintar menjaga hubungan baik. Sebagai contoh ketika ada komplain dari customer, sebisa mungkin harus belajar untuk menangani sendiri jangan langsung lempar masalah ke supplier.

Gagal fokus adalah penyakit yang harus di waspadai ketika melihat terlalu banyak peluang, hari ini menjual produk A baru jalan beberapa minggu ganti produk B. Begitu seterusnya hingga berbulan-bulan, padahal yang di butuhkan konsistensi. Betul harus punya sumber penghasilan yang banyak, jangan meletakkan telur dalam satu keranjang tapi kalau salah strategi justru telur yang ada busuk semua karena tidak terurus dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*